Wednesday, September 10, 2008

Tip's Puasa Ramadhan


10 TIPS SUKSES PUASA RAMADHAN

Ramadhan adalah bulan istimewa. Pada bulan ini, amal shaleh yang dikerjakan, lebih berlipat pahalanya dibandingkan pada bulan lainnya. Siapapun yang penuh keikhlasan dalam mengerjakannya, dapat dipastikan akan meraih pahala istimewa. Kesuksesan Ramadhan hanya dapat diraih dengan perjuangan dan kesungguhan.

Untuk meningkatkan kualitas puasa di bulan Ramadhan, dan untuk mewujudkan ketakwaan di dalam diri setiap insan yang beriman, ada 10 perkara yang sebaiknya dikerjakan di bulan yang mulia ini.
Pertama, menghindarkan seluruh anggota badan dari segala macam perilaku yang diharamkan, Yang dimaksud dengan anggota badan, termasuk di dalamnya adalah hati. Karena jika hati sudah mulai berpaling kepada maksiat, maka pengaruhnya akan merasuk ke seluruh anggota badan, sehingga jika hati sudah mulai suka berbohong, maka berbohonglah orang itu. Jika hati mulai suka menggunjing, maka dengan mudah si pemilik hati akan menggunjing.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, maka hendaknya orang yang berpuasa tidak mengucapkan rafats (kata-kata yang kotor) dan tidak berbuat bodoh. Jika ada orang yang memeranginya dan memakinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya aku sedang puasa, sebanyak dua kali’” (HR Bukhari Muslim).
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan berbuat buruk, maka Allah tidak butuh-terhadap puasanya- dalam ia meninggalkan makan dan minum” (HR Bukhari).
“Tidaklah puasa itu hanya meninggalkan makan dan minum, sesungguhnya puasa itu harus meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat dan kata-kata kotor” (HR Ibnu Khuzaimah dan Hakim, shahih).

Dua, meningkatkan kedermawanan. Di dalam bulan yang mulia ini dianjurkan memperbanyak infaq, menyayangi kaum lemah, menyambung silaturahmi dan bersikap lembut pada keluarga. Karena “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau bersikap lebih dermawan ketika bulan Ramadhan tiba, pada saat bertemu Jibril” (HR Bukhari Muslim).

Tiga, memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa. Meskipun hanya sebiji kurma atau seteguk air. Rasulullah bersabda “Barangsiapa memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti yang didapat oleh orang yang berpuasa. Tidak dikurangi sedikitpun dari yang didapat oleh orang yang berpuasa”. (HR Tirmidzi).

Empat, sahur. Sahur disunnahkan, meskipun hanya dengan seteguk air. Waktunya mulai tengah malam. Rasulullah SAW bersabda “Bersahurlah kalian karena di dalam sahur itu ada berkahnya “ (HR Bukhari Muslim).

Lima, diutamakan mengakhirkan sahur sampai mendekati waktu subuh. Jika orang yang sahur sudah merasa khawatir akan datangnya waktu subuh, maka lebih utama baginya meninggalkan sahur. Rasulullah SAW bersabda “Manusia akan senantiasa berada dalam keberuntungan selama masih mengakhirkan sahur” (HR Bukhari Muslim).

Enam, menyegerakan berbuka puasa. Jika sudah yakin bahwa matahari sudah terbenam, maka dianjurkan segera membatalkan puasanya. Rasulullah SAW bersabda “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama ia menyegerakan berbuka” (HR Bukhari Muslim).

Tujuh, berbuka puasa dengan menyantap ruthab (kurma segar). Dan kalaupun tidak ada, adalah dengan kurma kering. Kalau tidak ada juga, maka cukup dengan beberapa teguk air. Sebagaimana telah dilakukan oleh Rasulullah SAW, Anas bin Malik menceriterakan “Seringkali Rasulullah berbuka dengan ruthab (kurma segar), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering), jika tidak ada tamar, maka beliau minum seteguk air” (HR Akhmad dan Abu Dawud)

Delapan, berdoa di saat berbuka puasa, dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda “Ada 3 orang yang tidak akan ditolak doanya : Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai berbuka, dan doa orang yang teraniaya” (HR Ibnu Majah)

Sembilan, mengisi waktu dengan mencari ilmu, membaca Al Qur’an dan berdzikir. Karena bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah SWT berfirman , yang artinya “Bulan Ramadhan, di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda (yang haq dan bathil)” QS. Al Baqarah : 185).

Sepuluh, beri’tikaf, Yaitu berdiam diri di dalam masjid. Amal shalih ini dapat dilakukan kapan saja, akan tetapi menjadi lebih baik jika dilakukan di bulan Ramadhan. Dan akan lebih baik lagi jika dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, untuk meraih lailatul qadr. “Dahulu Rasulullah SAW selalu mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malam dan membangunkan isterinya pada 10 malam terakhir” (HR Bukhari Muslim).
Wallahu a’lam bishshawwab.

No comments: